Sabtu, 03 April 2010

Sejarah MASJID JAMI’ ADJI AMIR HASANUDDIN - 2

Sabtu, 03 April 2010





Berdirinya MASJID JAMI’ ADJI AMIR HASANUDDIN terjadi dalam dua periode,

Periode Pertama ; saat kerajaan diperintah oleh Suktan Adji Muhammad Sulaiman yang merupakan Sultan yangke 17 dari 19 raja yang memerintah di Kerajaan Kutai antara tahun 1850-1899. Dari data yang masuk ternyata sejarah masjid ini ada dua versi. Ada yang menyatakan bahwa masjid pertama adalah diujjung muara sungai Tenggarong, yakni tepatnya dibelakang langgar Annur Tanjung. Karena saat itu terjadi perang dengan Inggeris, Masjid pertama mengalamai kehancuran saat tampuk dengan pemerintahan sedang dipegang oleh Sultan Muhammad Salehuddin, antara tenggang waktu sekian tahun masjid ini dibangun kembali oleh Sultan Sulaiman di lokasi yang ada sekarang ini. Kemudian dilanjutkan oleh Sultan Alimuddin bergelar Sultan muda yang dalam sejarah kutai yang ke 18. asalnya kayu-kayu yang ada sekarang iniyang digunakan sebagai tiang saka, awalnya hendak digunakan sebagai alat untuk proses ritual adat pemandian “Menduduskan” putra mahkota Adji Punggeuk tapi ternyata yang terjadi malah duka cita, beliau meninggal dunia. Selang sekian waktu kayu ulin yang besar denganjumlah 16 tiang akhirnya digunakan untuk proses peletakan batu pertama pembangunan masjid. Pada tahun 1874 waktu subuh itulah mulai pertama rakyat bergotong royong mendirikan masjid dilakukan tanpa mengenal lelah tanpa meminta upah hanya keikhlasan, ketaqwaan dan keimanan yang jadi imbalannya.

Periode kedua ; setelah berfungsi cukup lama antara tahun 1874-1927, dilakukan renovasi tanpa menghilangkan sis historisnya. Dan Tokoh pendiri yang tak dapat dilupakan sejarahnya sampai saat ini yakni Haji Adji Amir Hasanuddin dan Tuan Guru Sayid Sgaf Baraqbah. Dan sebagai penghargaan atas perjuangannya dalam syiar Islam ini. Maka dalam keputusan seminar sejarah Islam di Kaltim tanggal 26 s/d 28 november 1981 bertepatan dengan abad ke-15 masuknya Islam. Telah diputuskan departemen Agama Kaltim dalam suratnya no. WQ/2/2526/1981 menetapkan Nama Beliau dinobatkan sebagai nama masjid Adji Amir Hasanuddin dan sampai sekarang menjadi masjid bersejarah di Indonesia(**/SF/IVN//)..

Pemugaran Masjid Jami’ Hasanuddin Kutai Kartanegara tahun 1929.

Dipugar oleh Al-Haji Aji Amir Hasanuddin gelar Pangeran Sosro Negoro tahun 1929.

Menurut keterangan :

1. Aji Pangeran Karta Negara

2. Sultan H.A.M. Salehuddin (A.P.Prabu)

3. Mat Cinta

4. Hj. Jauhariah (Hj. Jueng)

Guru Agama pada waktu itu :

1. TuanGuru Moh Sajid

2. TuanGuru H.M. Muhsin

3. Tuan Guru Hasan

4. H. Jamaluddin

Pemugaran Masjid jami’ Hasanuddin tenggarong Kutai th.1929 oleh Aji Hasanuddin gelar Al-Haji Aji Pangeran SOSRO NEGORO menurut keterangan Aji Pangeran Karta Negara.

Keterangan dari kiri : 1 . . . . . .2. Sayid Saggaf Baraqbah gelar Aji Raden Sokmo (Pencari dana) 3. Haji Ishak (sekretaris).

Berdiri dibawah dari kiri : 1. Abdurrahman kitik 2. A. B. Badaruddin 3. Bijaksana.

Koleksi : Aji Sayid Hosen Baraqbah, Sayid Abubakar Ba’boed,BA dan Haji Masud Ahmad, S.Sos


Dari berbaqgai sumber.



1 komentar:

rYAn mengatakan...

koreksi, bukan Sayid Abubakar Ba’boed,BA tapi Aji Sayid Abubakar Baraqbah. terima kasih

Poskan Komentar